Insya Allah - Bila Allah Sudah Berkehendak

23 Jul 2015    View : 2091    By : Niratisaya


Siapa yang nggak kenal Maher Zein? Pria berdarah Lebanon ini sudah terkenal dengan lagu-lagunya yang bernuansa religi dan menyentuh hati. Seperti beberapa tahun yang lalu, Zein tahun ini kembali lagi dengan lagu bernuansa islami berjudul “Ramadhan”. Namun, saya tidak akan membahas lagu tersebut di artikel ini. Sebaliknya, saya akan membahas salah satu lagu Zein yang dirilis beberapa tahun lalu: “Insya Allah”.

Setelah Bila mengulas lagu Rabbana Anta Maulana, saya tergoda untuk mengulas lagu religi favorit saya ini. Memang, lagu ini terbilang cukup lama karena diliris tahun 2013. Tapi biar begitu, saya masih tetap tersentuh dan terhanyut setiap kali mendengarkan lagu kolaborasi Maher Zein dan Fadly Padi ini.

Yuk, langsung dengar dan analisis lagu Insya Allah :)

 

Lirik dan Lagu Insya Allah

Verse 1
Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Chorus 1
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Verse 2
Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Chorus 2
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Bridge
Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalan-Mu
Hanya Engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalan-Mu selamanya

Chorus 3
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

(Ulangi chorus 3 sampai lagu berakhir)

 

Analisis Lagu Insya Allah

1. Lirik Lagu Insya Allah

Tak selamanya lagu yang indah harus berhiaskan lirik yang rumit. Seperti lagu ini, ini, atau ini… lagu yang akan saya ulas kali ini memiliki lirik yang cukup sederhana. Tapi kesederhanaan itu tidak lantas membuat lagu Insya Allah biasa saja. Justru kesederhanaan lirik lagu ini membuat siapa pun yang mendengarkannya langsung paham apa dan bagaimana penulis ingin menggambarkan maksud lagu ciptaannya. Misalnya saja verse 1 lagu ini:

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Lagu Insya Allah dibuka dengan lirik yang diambil dari sudut pandang pertama, layaknya seseorang yang memberi nasihat pada kawannya. Tidak dengan kata-kata kasar, tapi dengan kalimat-kalimat kiasan yang memberi gambaran keadaan gundah atau galau yang disamakan dengan hari yang tak dihampiri matahari, serta kapal yang tak memiliki tempat berlabuh.

gambar diambil dari newgrounds.com

Artebianz bisa membayangkan, bagaimana hari tanpa sinar matahari dan kapal yang terkatung-katung di tengah laut? Kedua keadaan ini memberi gambaran sosok yang hopeless—tak mempunyai harapan. Tapi, meski demikian, kita harus ingat bahwa kita memiliki satu cahaya, satu tempat berlabuh di dalam diri kita: Allah. Sesuai dengan janji-Nya pada kita, bahwa Dia tidak akan pernah jauh dari kita, sebab Dia lebih dekat dari urat nadi. Yang artinya apa pun yang kita lakukan, di mana pun kita berada, Allah akan selalu berada bersama kita. Apa pun yang kita inginkan akan terkabul dengan restu dan kehendak-Nya. Jadi, kita tidak boleh putus asa atau kehilangan harapan.

Sementara itu, di chorus terjadi penekanan agar kita terus berpikiran positif dan memiliki keteguhan hati dalam menjalani aktivitas serta kehidupan.
Pengulangan agar terus berpikiran positif terjadi di verse 2:

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Kalau pada verse 1 kita diberikan gambaran keadaan seseorang yang tengah dalam keadaan gamang, dan mungkin tengah menghadapi sebuah masalah pelik, di verse 2, si pencipta lagu memberikan gambaran tentang seseorang yang telah mengambil keputusan. Sayangnya, keputusan itu salah dan kini orang itu sedang merenungi keputusan dan tindakannya. Tapi, tetap, Tuhan selalu berada di samping orang tersebut—di samping kita—membuka pintu maaf dan selalu menerima kita apa adanya.


gambar diambil dari sodahead.com

Asalkan kita tidak menyerah dan berputus asa.

Lagu ini kemudian diikuti kembali dengan chorus yang serupa dengan chorus pertama, seakan mengingatkan kita bahwa apa pun yang dikatakan orang lain atau bagaimana pun suara dalam diri kita berusaha mematahkan harapan kita, kita harus ingat jika Tuhan sudah berkehendak, tidak akan ada yang mampu mengubahnya. Seperti yang biasa dilontarkan panitia kuis atau lomba; “keputusan juri tidak dapat diganggu gugat”.

Kita tidak perlu berlari, karena Tuhan tidak pernah jauh dari kita, seperti yang disebutkan pada bagian bridge: turn to Allah He’s never far away. Yang perlu kita lakukan agar bisa bertemu dengan-Nya adalah berdoa, memasrahkan diri pada Yang Mahakuasa. Tentu saja, ini setelah kita berusaha—seperti yang digambarkan pada verse 2.

Secara keseluruhan, jika ditelaah, lirik ini seakan memberi motivasi kepada kita agar tidak pernah takut jika kita berada dalam kegamangan. Mari tengadahkan tangan dan berdoa, karena Tuhan berada di samping kita. Pun, ketika kita sadar kita telah salah jalan, tak perlu lama berkubang dalam penyesalan. Yang perlu kita lakukan adalah memahami penyesalan, memohon pengampunan, dan kembali ke jalan yang direstui-Nya.

Benar-benar lirik sederhana, indah, dan positif! Sehingga psikologi seseorang tidak terbebani dengan aturan ini-itu yang makin membuat berduka.


2. Musikalitas Lagu Insya Allah

Demikian pula dengan musikalitas lagu ini. Insya Allah didominasi oleh instrumen perkusi, seruling, biola, dan semacam sitar. Namun, tidak ada note lagu yang naik dratis, bahkan untuk bagian chorus. Sebaliknya, pencipta lagu memanfaatkan suara penyanyi untuk menciptakan penekanan pada bagian chorus. Memberikan kesan bahwa kehidupan bak lagu, masalah dan naik-turunnya sama dari masa ke masa, tapi yang memberikan perbedaan adalah si manusia itu sendiri yang hidup di dalamnya.

 

Insya Allah—Bila Allah Berkehendak

Manusia adalah makhluk visual. Dia hanya percaya dan mengingat hal-hal yang bisa mereka lihat dan sentuh. Dan ini membuat kita sering kali lupa akan kehadiran-Nya bersama kita.

Kita sering galau dan bingung. Kita sering larut dalam duka dan penyesalan. Kita baru mengingat-Nya ketika semua sudah terlambat.

gambar diambil dari worldslastchance.com

Tapi seperti kesan yang diberikan oleh lagu ini, Dia tak pernah marah—Dia selalu menunggu kita berbalik dan meminta bantuan-Nya, kapan pun dan bagaimana pun keadaan kita. Karena itu, Artebianz, jangan pernah berputus asa dan berpikiran negatif karena semua ada dalam kehendak-Nya.




Niratisaya

Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi) adalah CEO Artebia yang juga seorang penulis, editor, dan penerjemah.

Profil Selengkapnya >>

Review Musik Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Perempuan, Terlahir Sebagai Penghuni Neraka


Alvi Syahrin - Semua Berawal Dari Mimpi Dan Kemudian Menjadi Nyata


Serendipity - Serangkaian Kejutan dalam Karya Kedua Erisca Febriani


Bangkok Knockout: Permainan Maut antara Hidup dan Mati


HiVi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi


Warung Wulan - Resto All You Can Eat Murah Meriah


Heerlijk Gelato


BaseCamp Home Stay Ranu Pane: Sudut Pandang Tepat


Wawancara Dengan Cindy Owada: Mengenal Lebih Dekat WTF Market Dan Brand Lokal Indonesia


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Your Dream (Not?) Comes True


Kudemi Masamu