Santosa Stable Horse Riding, Kendal: Berkuda Dan Legenda

28 Mar 2016    View : 3673    By : Mia Kamila


Berwisata ke sebuah destinasi yang menyuguhkan keindahan alam sudah sangat biasa. Mengagumi dan terpesona dengan keindahannya pun sering kita lakukan. Sebuah rasa jenuh selalu membayangi ketika kita sedang melakukan sebuah rutinitas yang monoton.

Begitu pula dengan kami: saya dan ketiga sahabat saya. Latar belakang pekerjaan kami yang berbeda membuat kami selalu kewalahan jika ingin menentukan untuk pergi bersama. Namun, hari itu bertepatan dengan akhir pekan, sehingga kami sama-sama luang lalu memutuskan untuk pergi bersama-sama. Meluangkan waktu menikmati segarnya udara di luar sana, dengan kegiatan yang lain dari biasanya. Apa itu?

 

 

Berkuda Di Santosa Stable Horse Riding

Saya dan ketiga sahabat saya memutuskan untuk pergi berkuda ke Stable Horse Riding. Hanya bermodalkan GPS kami berhasil menemukan tempat tujuan kami. Sebuah tempat yang terlihat sangat cozy dan cocok sekali untuk membuang rasa penat dan jenuh kala aktivitas mulai memadat.

Jalan yang naik turun dan suguhan pemandangan nan hijau saat perjalanan membuat kami sering berhenti untuk sekadar berfoto dan mengabadikan beberapa moment. Saat itu cuaca memang sedang bagus-bagusnya. Mood kami juga ikut terbawa bagus karenanya.

Sebelum memasuki area berkuda kami melewati desa wisata “Dewi Sembrani” yang terlihat jelas di setiap papan petunjuk arah. Tak lama kemudian, kami disambut dengan gapura yang berbentuk tapal kuda berukuran raksasa dengan genangan air di depannya. Mau tidak mau kami harus menerjangnya dan menghasilkan cipratan-cipratan manja.

 

 

Berkenalan Dengan Kuda-Kuda Di Pacuan

Ketika kami memasuki area parkir, kami disuguhi pemandangan berupa ketangguhan kuda-kuda pacu yang berlari dengan garangnya di dalam ring dan kelihaian para joki yang menungganginya. Melihatnya, membuat saya tambah penasaran dengan tempat ini dan penasaran untuk menunggangi kuda-kuda tersebut.

kuda_kuda
Santosa Stable Horse Riding sebenarnya adalah tempat sekolah para joki yang ingin handal berkuda. Namun, bukan berati kita yang bukan murid dari Santosa Stable tidak bisa menikmati berkuda. Cukup membayar sebesar Rp50.000,- kita sudah bisa berkuda mengelilingi ring sebanyak dua putaran dengan didampingi oleh pelatih yang sudah professional.

Selain berkuda, kami juga mendapatkan kenikmatan berupa pemandangan yang tak kalah keren dan asri. Suasana persawahan dan pedesaan yang mendominasi membuat kami merasa betah berlama-lama bermain di sini.

Baca juga: Pantai Sedahan: Sebuah Keindahan yang Tersembunyi

 

 

"Mewah"-nya Makan Di Pinggir Sawah

Belum lagi lidah kami yang dimanjakan oleh kelezatan kudapan-kudapan andalan dari resto saung bambu yang terletak di pinggiran sawah. Sambil melihat aktivitas petani bersawah, udara sejuk yang berkali-kali berembus membelai kami seolah mengipas nafsu makan kami hingga bertambah. Tak heran jika Dhev, salah seorang kawan saya, semangat menghabiskan isi kelapa muda yang ia pesan. Meskipun matahari bersinar terik, tapi semilir angin berpadu dengan es kelapa muda dapat menghalaunya.

saung_pinggir_sawah
Setelah selesai makan dan puas menikmati sejuknya area persawahan, kami melanjutkan menyusuri setiap sudut tempat itu. Mendengar gemercik air yang mengalir kami pun ingin menelusuri sungai tersebut. Kami melewati beberapa gazebo-gazebo bambu yang berjajar di tepian sungai sampai pada akhirnya kami menemukan sebuah tempat outbond.

 

 

Ada Outbond-nya Juga!

“Wah, ayo kita outbond!” teriak Dhev berusaha menjadi racun untuk menemaninya bergelantungan seperti monyet di area outbond. Baiklah, dengan semangat tawaran Dhev saya tolak. Bukan karena takut, tapi saya masih terlalu lemas untuk bergelantungan di atas.

outbond

Tanpa kehilangan semangat, saya akhirnya memutuskan untuk melakukan penyusuran sendiri terhadap sungai tersebut. Karena saya merasakan ada yang unik dengan sungai itu, saya mengabadikan setiap titik sungai tersebut. Sambil bertanya dalam hati kenapa bebatuan di tepian sungai nampak berlubang-lubang dan salah satu lubang tersebut berbentuk menyerupai tapal kuda!

Baca juga: Teluk Biru Banyuwangi

 

 

Legenda Nyi Sumirah Dan Kuda Sembrani

kuda_sembraniSetelah Dhev selesai bermain, saya mencoba menemui salah satu pengelola tempat tersebut. Terkejutlah saya ketika mendengarkan jawaban atas pertanyaan saya tersebut. Konon, tempat ini adalah sebuah padepokan Nyi Sumirah yang menjadi legenda tempat tersebut.

Menurut cerita rakyat yang diperoleh dari sesepuh desa menceritakan bahwa Nyi Sumirah mempunyai kuda sembrani atau yang disebut juga pegasus (kuda yang bisa terbang dengan sayap) dan lubang-lubang di bebatuan tersebut dipercaya merupakan hasil dari tapakan kuda sembrani tersebut.

 

 

Lokasi Santosa Stable Horse Riding

Santosa Stable Horse Riding  berada di Desa Leban, Boja, Kabupaten Kendal. Namun, tidak jauh jika ditempuh dari Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, karena memang tempatnya berada di perbatasan antara Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal. Jika kita berangkat dari arah pantura barat (arah Jakarta), kita bisa langsung menuju Boja, Kabupaten Kendal dan menuju Desa Leban.

berkuda

Namun, jika kita berada di Kabupaten Semarang, kita bisa melewati Ungaran kemudian naik sampai kecamatan Gunung Pati, Setelah itu kita akan dipandu oleh beberapa petunjuk jalan menuju Santosa Stable Horse Riding. Tenang saja, Artebianz! Tidak sulit untuk menemukan tempat ini. Karena banyak sekali pentunjuk arah untuk ke sana.

Sebaiknya gunakan kendaraan pribadi agar lebih fleksibel untuk menuju ke area berkuda. Jalanan yang dilalui juga cukup bagus, tidak masalah jika kita menggunakan mobil bersuspensi pendek.

Selamat berkuda, Artebianz!

Baca juga: Coban Jahe: Wisata Alam Untuk Mengisi Liburan Singkat




Mia Kamila

Mia Kamila adalah seorang blogger yang suka jalan-jalan. Dia selalu mencatat setiap perjalanannya berikut maknanya melalui sebuah untaian kata-kata.

Profil Selengkapnya >>

Wisata Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Stigma dan Tradisi: Menikah - Antara Tuntunan Agama dan Tuntutan Masyarakat


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


The Giving Tree: Cinta Adalah Bahasa Universal


Ada Apa Dengan Cinta? 2 - Setelah Beberapa Purnama Terlewati


Anti-Hero - Menjadi Pahlawan dengan Tidak Menjadi Pahlawan


Dari Surga Belanja Menjadi Surga Makanan, Kedai Tunjungan City


Libreria Eatery - Tempat Pas untuk Memberi Makan Perut dan Otak


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


WTF Market Kembali All Out Untuk Surabaya


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Enam)


Cheongsam Bunga Teratai Mei Lien


Dalam Sekam Kehidupan