Bubur Turki Kayseri: Bubur Ayam Versi Spicey

28 Sep 2016    View : 1129    By : Nadia Sabila


Bubur Turki Kayseri, itulah judul warungnya. Berlokasi di depan gerbang masuk perumahan Lembah Harapan di bilangan Lidah Wetan Surabaya Barat, warung kaki lima dengan dominasi warna merah di spanduknya itu tampil mentereng bersama Warung Ubi Cilembu di depannya. Bubur Turki ini tampak sangat menggoda, karena biasanya kuliner Turki yang paling umum kita kenal adalah kebab.

bubur_turki_kayseri
Beberapa kali saya kunjungi, Warung Bubur Turki Kayeseri ini selalu tutup. Sampai suatu malam, keberuntungan pun ada di pihak saya: Bubur Turki Kayseri buka!

Tak banyak printilan jualan bubur Turki yang terlihat dari etalase. Saya pun memesan satu porsi untuk dibungkus. Harapan saya dalam membeli bubur Turki ini, saya bakal dilayani oleh penjual yang fisiknya mirip dengan pemain film Turki yang cantik atau ganteng, ternyata saya salah. Penjualnya adalah orang lokal yang saya duga kuat adalah pelayan yang dibayar oleh pemilik warung.

Saat bubur diracik, sepintas saya melihat bahan-bahan dalam nampan stainless steel yang dipajang di etalase adalah bahan yang biasa mendampingi sajian bubur ayam. Namun ternyata perbedaannya ada pada buburnya. Bubur Turki Kayseri adalah bubur nasi berwarna kecokelatan dengan aroma kari khas Timur Tengah.

Penjual memasukkan bubur terlebih dahulu kemudian menaburinya dengan daging ayam cincang, telur dadar, ceker ayam, sambal, dan bawang goreng. Lalu, this is it: Bubur Turki Kayseri Surabaya.

Baca juga: Sup Pomegranate di Matcha Cafe



Bubur Turki Kayseri= Bubur Gulai

Jika Artebian pernah menikmati kari atau gulai kambing atau mungkin juga nasi kebuli nah, Bubur Turki Kayseri ini adalah makanan tersebut dalam wujud bubur. Atau bisa juga membayangkan bubur Turki seperti bubur ayam, tapi dengan bubur rasa gulai kari. Tekstur buburnya persis seperti bubur ayam begitu pun setiap topping-nya. Pembedanya hanyalah aroma kari.

bubur_turki
Dibanderol seharga sepuluh ribu rupiah, satu porsi bubur Turki Kayseri ini terbilang banyak. Terus terang, saya tidak menemukan perbedaan lain dengan bubur ayam biasa selain aroma karinya, sehingga saya rasa Bubur Turki Kayseri ini adalah menu yang aman untuk lidah orang Indonesia.

Bubur Turki Kayseri bisa menjadi pilihan bagi Artebian yang merasa bosan dengan bubur ayam yang rasanya itu-itu saja dan ingin merasakan bubur dengan sensasi rempah. Bubur Turki Kayseri juga bisa menjadi menu pilihan apabila kita sedang sakit, ingin makan yang hangat-hangat gurih, tapi lembut.

Baca juga: Es Kacang Merah di Kedai Tua Baru

 

 

Bubur Turki yang Asli: Ashure

Karena tak menemukan kekhasan yang mencolok dari Bubur Turki Kayseri, saya pun menanyakan pengalaman seorang kawan yang pernah berkunjung beberapa kali ke negara beribukota Ankara tersebut. Menurut Satria, nama kawan saya itu, bubur Turki yang terkenal adalah jenis congee, sebutan untuk bubur nasi yang memang merupakan makanan khas Asia. Hampir semua negara di Asia memiliki menu kuliner jenis congee, termasuk Turki sebagai negara di benua Eropa yang paling dekat lokasinya dengan Asia.

bubur_ashureBubur Turki yang asli Turki, namanya ashure. Ashure adalah bubur gandum yang di-mix dengan biji-bijian, kacang, dan buah-buahan kering. Rasanya? Manis gurih karena ada gula sebagai salah satu bahannya. Lain sekali dengan Bubur Turki Kayseri yang saya makan, karena ashure sama sekali tidak melibatkan daging hewan di dalamnya.

Ashure memang umum didapat setiap hari di Turki, tetapi ia akan menjadi istimewa saat tahun baru Muharram, karena ashure biasa disajikan saat memasuki tahun baru 1 Muharram.

Mungkin peran ashure ini seperti ketupat di Indonesia, ya! Kita bisa menemukan masakan dengan ketupat setiap harinya, tapi saat Lebaran, ketupat akan terasa lebih istimewa dan ikonik. Begitu pun dengan bubur ashure khas Turki yang 'naik pangkat' di tahun baru Hijriyah.

Baca juga: Ya Rabbana Anta Maulana

 

 

Tantuni: Karena Turki Tak Melulu Tentang Kebab

tantuniMeski kebab di Turki lebih beragam dan lebih enak, Satria sendiri memilih tantuni sebagai makanan Turki favoritnya.

Tantuni adalah makanan khas dari Kota Mersin berupa roti (wrap) isi daging sapi, kambing, atau ayam cincang yang dimasak dengan bawang bersama irisan tomat dan lemon.

Rotinya pun adalah jenis roti bagelen. Tantuni terkadang disajikan secara prasmanan, sehingga orang bisa diracik sesuai selera. Mungkin karena termasuk makanan yang kaya bawang-bawangan, disarankan untuk tidak mencium orang setelah makan tantuni. Hihihi ....

 

 

Simpulan

Kembali ke Bubur Turki Kayseri, membandingkan dari cerita kawan saya tersebut, kemungkinan besar Bubur Turki Kayseri adalah kreasi dari pemiliknya sendiri yang menyesuaikannya dengan selera Indonesia. Bubur Turki Kayseri, tak asli Turki tapi lebih dari cukup dan lezat untuk mengganjal perut yang lapar.

bubur_turki_kayseri
Tertarik? Silakan mencoba, Artebian!

 Baca juga: Burger Home-Made di Burgerman


Tag :


Nadia Sabila

Nadia Sabila adalah seorang jurnalis yang menggandrungi travelling dan makanan pedas.

Profil Selengkapnya >>

Makan Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


Bicara Tentang Orizuka - Menulis Adalah Passion, Bukan Occupation


Just So Stories Sekadar Cerita


Guru Bangsa Tjokroaminoto


Insya Allah - Bila Allah Sudah Berkehendak


Nasi Goreng dan Mi Goreng Pak Is


Latarombo Riverside Cafe - Menikmati Vietnam Drip dengan Suasana Asyik


Taman Nasional Baluran - Afrika-nya Indonesia


Wawancara Dengan Cindy Owada: Mengenal Lebih Dekat WTF Market Dan Brand Lokal Indonesia


My Toilet Prince - Pintu Pertama


Oma Lena - Part 3


Segaris Pandang