Para Penjelajah Dunia : dari Vasco da Gama hingga Ibnu Battuta

20 Jun 2015    View : 2345    By : Arkana


Ditulis oleh Wahyu Murtiningsih
Diterbitkan oleh DIVA Press
Disunting oleh Maryah Ulfah
Diterbitkan pada November 2012
Genre nonfiksi, pengetahuan populer, ensiklopedia
Jumlah halaman 268
Nomor ISBN 978-602-255-002-0
Harga IRD35.000,-


Halo teman-teman Artebianz.

Ini kali pertama saya mereview buku. Buku pertama yang akan saya review berjudul Para Penjelajah Dunia. Sesuai dengan judul bukunya, kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang isi dari buku ini. Di dalam buku ini terdapat berbagai kisah-kisah para penjelajah dunia dengan berbagai tujuan.

Siapa yang tidak mengenal Vasco da Gama, Christopher Colombus, Marco Polo, James Cook, Amerigo Vespuci, dan sederet nama-nama lainnya yang termasuk dalam penjelajah dunia. Istilah penjelajahan dan kegiatan penjelajahan itu sendiri telah lama dilakukan oleh para petualang bernyali besar sejak berabad-abad yang lalu. Mereka melakukan perjalanan ini berasal dari berbagai negara di belahan dunia dan dari berbagai kalangan tertentu, yang pastinya mereka melakukan penjelajahan ini dengan berbagai tujuan.

Pada zaman baru atau masa baru, yaitu zaman pelayaran dan perdagangan dipimpin oleh Portugis dan Spanyol. Setelah itu beberapa negara lainnya juga mengikuti jejak pendahulunya, contohnya saja negara-negara besar dari Eropa, Italia, Belanda, Prancis, Inggris, dan Denmark. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka para penjelajah yang tujuan awalnya adalah berlayar dan berdagang, berubah menjadi mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu geografi dan teknologi.

Tujuan pelayaran negara-negara Eropa adalah membentuk dan membangun wilayah-wilayah kependudukan, yang biasanya disebut dengan koloni-koloni.

Baca juga: Traveling, Mimpi, Destinasi, Makna

 

 

Beberapa penjelajah dunia yang cukup terkenal

1. Vasco da Gama

Vasco da Gama berasal dari Portugis. Beliau lahir sekitar tahun 1469. Da Gama ditugaskan oleh Raja Portugis (Raja Manuel I) untuk menemukan negeri-negeri Kristen di benua Timur. Maka pada 8 Juli 1497, Da Gama berangkat melakukan ekspedisi dengan membawa empat kapal dan 170 orang kelasi, termasuk penerjemah bahasa Arab. Perjalanan dimulai dari Kepulauan Tanjung Verde-India dan Asian Tenggara. Perlu diketahui bahwa sebelum tahun 1498, India merupakan negara terpencil dan terasing di Eropa.

Perjalanan Vasco da Gama berhasil 'mendobrak' keterasingan negara ini sekaligus 'menyuguhkan' kebudayaan Eropa lewat jalur laut secara langsung. Hingga pertengahan abad ke-19, pengaruh Eropa di India semakin kuat. Bahkan, seluruh wilayah anak benua itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris.

2. Christopher Colombus

Christopher Colombus lahir pada 30 Oktober 1451. Beliau berkebangsaan Italia. Colombus hijrah ke Spanyol dengan keyakinan bahwa bumi berbentuk bulat, sehingga kapal laut dapat mencapai Timur Jauh, walaupun berangkat dari arah yang berbeda. Maka, Colombus pun berusaha meyakinkan pihak kerajaan agar bersedia mendanai penjelajahan atau penelitiannya.

Sebenarnya, Christopher Colombus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika. Namun, juga bukan orang Eropa pertama yang sampai di benua itu. Sebab, secara luas telah diakui bahwa sebelumnya orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara dan mendirikan koloni L’Anse aux Meadows di sana. Selain itu, telah diyakini pula bahwa ada seorang pelaut yang tidak diketahui namanya pernah melawat ke Amerika sebelum Christopher Colombus datang ke tempat tersebut. Dengan demikian, ada banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika.

3. Amerigo Vespucci

Nama Amerigo Vespucci memiliki hubungan dengan benua Amerika. Amerigo Vespucci lahir pada 9 Maret 1454. Vespucci adalah seorang pedagang, penjelajah sekaligus pembuat peta yang berasal dari Italia. Vespucci memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika Selatan pada tahun 1499-1502. Dalam perjalanannya yang kedua, Amerigo Vespucci menemukan bahwa wilayah Amerika Selatan memanjang ke arah selatan lebih jauh dari pada yang diperkirakan orang-orang Eropa sebelumnya. Oleh sebab itu, Amerigo Vespucci menyimpulkan wilayah tersebut tidak termasuk wilayah India, tetapi merupakan benua baru. Kemudian, Vespucci memberi nama benua baru itu Amerika.

Pada tahun 1507, Martin Waldseemuller menerbitkan peta dunia. Peta tersebut mencantumkan Benua Amerika. Akhirnya, pada 22 Februari 1515, Amerigo Vespucci meninggal dunia pada usia 60 tahun.

4. James Cook

James Cook lahir pada 27 Oktober 1728. Ia adalah seorang penjelajah sekaligus navigator Inggris. Ia melakukan perjalanan ke Samudra Pasifik sebanyak tiga kali, sehingga ia berhasil menentukan dan memetakan garis-garis pantai utama di wilayah itu. Ia adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii dan orang Eropa kedua yang berhasil mencapai Selandia Baru—setelah Abel Tasman—juga memetakan seluruh garis pantainya. Pada tahun 1776-179, James Cook melakukan pelayaran ketiga dengan kapal Resolution ke Tahiti. Ia sempat mendarat di Kauai, Hawaii, dan berlayar ke arah utara menyusuri sepanjang pesisir barat Amerika Utara menuju Selat Bering. Karena selat ini tidak bisa dilalui, ia memutuskan kembali ke arah selatan dan mendarat di Big Island Hawaii. Di sini, ia terlibat konflik dengan penduduk setempat sehingga ia beserta empat anak buahnya tewas. Berdasarkan catatan sejarah, ia meninggal dunia pada 14 Februari 1779 dalam umur 50 tahun. Akhirnya, sisa rombongan Kapal Resolution pun kembali ke Inggris.

5. Ibnu Battuta

Ibnu Battuta atau dengan nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Battuta. Battuta lahir pada tahun 1304 M di Tangier, sebuah kota yang terletak di dekat Selat Gibraltar, Maroko. Ia dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. Sebenarnya, sejak kecil ia tertarik untuk berlayar dan berpetualang. Walaupun ia tidak pernah mendapat ilmu astronomi dan ilmu kelautan lainnya, hatinya tergerak untuk melakukan penjelajahan terbesar pada masa itu. Ia memulai perjalanannya pada usia 21 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Pada tahun 1354, Ibnu Battuta kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di kota Fez.

Kisah perjalanan Ibnu Battuta ditulis kembali oleh Ibnu Jauzi, juru tulis Sultan Maroko (Abu Enan). Karya itu diberi judul Tuhfah al Nuzzar fi Ghara’ib al Amsar wa Ajaib al-Asfar. Ibnu Battuta telah menempuh jarak sejauh 72.000 mil melalui daratan dan lautan.

Baca juga: (Not) Alone In Otherland - Sendiri, Bukan Berarti Sendirian

 

Nah, setelah membaca beberapa kisah tentang para penjelajah dunia, kalian juga ingin seperti mereka bukan?  Menemukan hal-hal baru dan diakui oleh dunia, serta dicatat dalam sejarah. Kita harus bangga dan berterima kasih kepada mereka. Berkat mereka kita bisa mengetahui mengenai sisi lain dari bumi kita yang belum kita ketahui.

 


Tag :


Arkana

Arkana a.k.a Laura Lidya Monica Putri adalah seorang kutu buku, Thai-Holic (penggemar Film Thailand), yang memiliki hobi menulis.

Profil Selengkapnya >>

Review Buku Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Malaikat Tak Bersayap


H.O.S Tjokroaminoto: Priyayi dengan Profesi Teknisi Sekaligus Politisi yang Berjiwa Pendidik


Serendipity - Serangkaian Kejutan dalam Karya Kedua Erisca Febriani


Billionaire a.k.a Top Secret: Kisah Sukses Seorang Pengusaha Muda


Menuju Senja - Payung Teduh


Depot Gresik


Kedai Tua Baru Surabaya: Sajian Ala Malaysia-Jawa


Terbang Dengan Kursi Mabur Di Sindu Kusuma Edupark


The Backstage Surabaya (Bagian 2) : Mindset Seorang Founder StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Pertama)


Pria Asing Di Pos Kamling


Aku dan Kau