Hujan Sepasar Kata

04 Oct 2016    View : 447    By : Niratisaya


Hujan

 

hujan,

biarkan ia turun

menghujani,

menghujat seluruh kerat

sisa duka yang tak lagi tersekat

biarkan ia menggantikan derasnya airmata

hingga menjadi kerak

 

walau,

entah mengapa…

ia tak mampu mengusir jauh

giris yang terus mengiris hati ini

 

Surabaya,
0307-1112

Baca juga: Me Before You - A Bowl of Warm Love Story

 

 

Sepasar Kata

 

Di sana, ia bersembunyi

Menyarang dalam akal

Menilik hidup dari penglihatan

Mencuri lewat pendengaran

 

Lamat-lamat

Ia menampakkan diri

Lewat serentetan untaian bahasa

Bersalut kalimat, melapisi bujukan

 

Sementara hati,

yang lama menghilang dari ingatan,

dalam kesepiannya terbungkam tangan logika

 

Surabaya,

250916

 

Baca juga: Kabut Rindu

 

Duka Ada

 

berbalut sulam kelam

di batin yang dirajam

dia

berdiri sendiri di temaram

pagan dalam ke-agam-an

dia dan

dukanya yang kini tak lagi berkawan

juga angannya yang tak henti mengembara, berkubang

berputar bagai kehilangan arah

dia terjebak

di rintih-rintih yang tak kunjung menghentikan erangan

atau mungkin erangan berusaha melepas rintih, namun enggan

karena duka ada

sebagai rasa yang mengikat dirinya dan cinta

yang masih tak ingin dilupakannya

 

Surabaya,

0707-1016

Baca juga: Akhir di Ujung Kisah Cinta

 

 

 

Sumber ilustrasi header: rikkatikalp.com (Rain of Words karya Kelime Yağmuru)

Sumber ilustrasi puisi: ronkjones.com dan deviantart.com



niratisaya
Niratisaya a.k.a Kuntari P. Januwarsi (KP Januwarsi). Seorang penulis, editor, dan penerjemah. Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus