Narasi Rindu

14 Apr 2015    View : 1165    By : Tegar Prajaksa


“Hatine….kosong….
hatine…kosong…
ada bocah…
ada bocah tubuhnya…dingin…”

dalam jeritku ada tawa yang terbungkam
ia tak dapat lagi berkarya memahat duka menjadi canda
ada harap yang patah meligih mencari makna
“ibu, dimana kasih sayang itu kau simpan ?”

ilustrasi 1
Pada bulat hitam mata malam
kutemukan segumpal waktu membeku
di dalamnya tubuh kecilku meringkuk
terkepung dinding senyap, menahan takut
“ibu, dimana kasih sayang itu kau simpan ?”

aku melarikan diri dan tersesat di belantara
tanpa nama, tanpa petunjuk arah. hilang....

Sunyi mengancamku dengan kicaunya
Mataku terkenyit memamah sirna
Menjeritlah kicauan si sunyi kelaparan
“ibu, dimana kasih sayang itu kau simpan ?”

Bersama deruan dan deburan
Mengesotlah lentera do’a
Sebalik kekecohan deruman bingit
Langkah kakiku mengejar kepantasan
sepertinya,
hanya luka yang kusimpan di sini
dalam benak yang selalu bertanya
adakah aku sebagai anak ?

langkahku bergoyang tertiup angin semilir
atau tertidur rebah memeluk rindu yang kucari
ketika saat itu tiba
adakah aku sebagai anakmu ibu ?

aku mencari ke segala arah
menghamburkan cerita pada batu dan dahan yang mengering
berjuta serpihan tanya terlempar berserak tangis, tawa
rindu dan amarah itu lebur ibu…
menjelma cerita,

“ibu, dimana kasih sayang itu kau simpan ?”
kubawakan cerita padamu,
sebagai kesunyian dalam dadaku,
sepertinya...
hanya ini milikku.

ilustrasi 2

dari kedalaman kegelisahan yang memburu
ke mana pergimu,
kesunyian menyergap,
kecemasan membekap,
berjuta tanya kau lemparkan
hanya kesunyian yang menjawab !

“ibu dimana kasih sayang itu kau simpan ?”

 

 

Karya Tegar Prajaksa

 

 

Puisi Artebia lainnya:




Tegar Prajaksa

Tegar Prajaksa adalah seorang trainer, coach, dan motivator bisnis yang memiliki minat tinggi terhadap puisi dan sastra.

Profil Selengkapnya >>

Puisi Lainnya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus





KATEGORI :




ARTIKEL PILIHAN :




Takdir Dan Pertanda-Pertanda


Nicoline Patricia Malina: Fotografer Cantik Muda Berbakat


1001 Masjid di 5 Benua: Melancong dari Masjid ke Masjid


Suckseed (Huay Khan Thep): Tumbuh Bersama Mimpi, Sahabat dan Cinta


Happy - Mocca Band (Dinyanyikan Ulang Oleh Aldin)


Kenikmatan Sederhana dalam Semangkuk Mi Ayam Seorang Pedagang Kaki Lima, Surabaya


Omahku - Ngobrol dan Nongkrong dalam Kesederhanaan


Melihat Sisi Lampau Surabaya Di Museum Surabaya


The Backstage Surabaya (Bagian 1) : How To Start A StartUp


Sebuah Wajah, Sebuah Rasa (Bagian Empat)


Twist and Shout (Part 1)


Sang Wanita Dan Kuburan Rasa